Dari ucapan seseorang sebentar-sebentar mucul kata Tidak apa-apa, sehingga kawannya menimpali: Sebentar-sebentar tidak apa-apa, sebentar-sebentar tidak apa-apa. Kalau terus-terusan tidak apa-apa, kapan lagi ada apa-apa?
Seorang bapak kepada pacar putrinya yang mau mengajaknya jalan-jalan: Jangan macam-macam di jalan, ya
Tenang aja, Pak. Kami akan makan satu macam aja. Tidak ada uang.
Seseorang kelihatan sangat menyesal atas perbuatannya, dan dia kedengaran memohon terus-terusan minta maaf, dan orang lain yang mendengarnya berkata sama saya: Kasihan, kasihkan aja maaf itu kenapa! Berapa rupanya harga satu maaf?
No comments:
Post a Comment